Sabtu, 24 November 2012

3.1 jelaskan kerentanan system pada S.P.I



 Kerentanan Sistem

             Kerentaan syistem sama hal dengan seperti tubuh manusia yang memiliki kekebalan pada lingkungan. Ada yang kuat dan ada yang rentan. Begitu pula suatu sistem yang memang dibentuk oleh manusia memiliki tingkat keamanan ataupun kerentanan. Kerentanan merupakan suatu kelemahan di dalam sutu sistem. Dimana akibat faktor-faktor tertentu yang dapat mempengaruhinya. Hal ini erat kaitannya dengan sebuah ancaman/hambatan  yakni suatu potensi dari suatu kerentanan yang ada yang pada akhirnya digunakan pihak-pihak tertentu untuk merusak sistem.



 

 

Sabtu, 17 November 2012

3.4 Pengertian Struktur pengendalian intern (SPI)




Sistem pengendalian intern (SPI ) adalah suatu perencanaan yang meliputi struktur organisasi dan semua metode dan alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, mendorong efisiensi, dan membantu mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan.
Dari definisi di atas dapat kita lihat bahwa tujuan adanya pengendalian intern :
1. Menjaga kekayaan organisasi.
2. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi.
3. Mendorong efisiensi.
4. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.
Dilihat dari tujuan tersebut maka sistem pengendalian intern dapat dibagi menjadi dua yaitu Pengendalian Intern Akuntansi (Preventive Controls) dan Pengendalian Intern Administratif (Feedback Controls).
Pengendalian Intern Akuntansi dibuat untuk mencegah terjadinya inefisiensi yang tujuannya adalah menjaga kekayaan perusahaan dan memeriksa keakuratan data akuntansi. Contoh : adanya pemisahan fungsi dan tanggung jawab antar unit organisasi.
Pengendalian Administratif dibuat untuk mendorong dilakukannya efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakkan manajemen.(dikerjakan setelah adanya pengendalian akuntansi) Contoh : pemeriksaan laporan untuk mencari penyimpangan yang ada, untuk kemudian diambil tindakan.
A. Elemen Pengendalian Internal
1.Lingkungan Pengendalian
2.Sistem Akuntansi
3.Prosedur Pengendalian

Jumat, 19 Oktober 2012

2.2 DFD (Data Flow Diagram) dan Contoh Gambar


Data flow diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data system, yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data system, yang penggunanya sangat membantu untuk memahami system secara logika, terseruktur dan jelas,
DFD mempunyai 4 komponen, yaitu :
  • Proses 
          adalah proses yang mengubah input menjadi output.

  • Alur data /data flow
          adalah penggambaran pindahan data/informasi dari suatu bagian ke bagian lain.
  • Data store /penyimpanan data
          adalah sarana untuk mengumpulkan data.

  • Terminator
          adalah sumber tujuan alur.

Referensi
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Data_flow_diagram

2.1 Pengertian Dasar dan Simbol Flowchat


Flowchart atau diagram alur merupakan sebuah  diagram dengan symbol-simbol grafis yang menyatakan aliran algoritma atau proses yang menampilkan langkah –langkah yang di simbolkan dalam bentuk kotak, berserta urutannya dengan menghubungkan masing masing langka tersebut menggunakan tanda panah.
Tujuan membuat flowchart:
  • Menggambarkan suatu tahapan penyelesaian masalah.
  • Secara sederhana, terurai, rapih dan jelas.
  • Menggunakan symbol-simbol dasar
Dalam penulisan flowchar di kenal dua model, yaitu  Sistem Flowchart dan program Flowchar :
  1. System Flowchart
Bagan  yang memperlihatkan urutan procedure dan proses dari beberapa file di dalam media tertentu.
  1. Pogram Flowchart:
Bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan proses dalam suatu program
Symbol dasar pada Flowchart
Referensi

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Diagram_alir 
  • http://sitarokab.go.id/downlotperda.php?file=2%20definisi%20dan%20simbol%20Flowchart.pdf
 

HoneyHenny © 2008. Design By: SkinCorner